PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru menggelar Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Layanan Primer dalam Posyandu Bidang Kesehatan bersama Tim Pembina (TP) Posyandu Lintas Sektor tingkat kabupaten/kota tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Central Pekanbaru pada Senin (28/9/2026). Pertemuan ini dihadiri Ketua TP Posyandu Kota Pekanbaru Hj. Sulastri Agung, Ketua I TP Posyandu Kota Pekanbaru dr. Hj. Sari Rahmawati Markarius, Wakil Ketua TP Posyandu Kota Pekanbaru, Sekretaris I dan II TP Posyandu Kota Pekanbaru, Ketua Bidang 6 SPM TP Posyandu Kota Pekanbaru, Perwakilan Kepala Bappeda Kota Pekanbaru (Sekretaris Badan), serta seluruh Ketua TP Posyandu Kecamatan dari 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru dan para tamu undangan. Terkait agenda ini, Kepala Dinkes Kota Pekanbaru yang juga menjabat Ketua Panitia Kegiatan, Hazli Fendriyanto mengatakan, koordinasi ini merupakan upaya untuk menguatkan sarana dan prasarana kesehatan dasar di tingkat wilayah. "Kota Pekanbaru perlu meningkatkan infrastruktur kesehatan, pemenuhan jumlah Puskesmas, Pustu, dan Posyandu sesuai standar, serta sarana prasarana pendukung fasilitas pelayanan," ujarnya. Pelaksanaan transformasi layanan primer ini berlandaskan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2024. Melalui regulasi tersebut, Posyandu diarahkan untuk menjalankan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup yang mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia pra-sekolah, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia. Menurutnya, Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 1.205.000 jiwa, idealnya memiliki 40 unit Puskesmas. Kemudian jumlah Pustu dan Posyandu sesuai jumlah kelurahan dan RW di Kota Pekanbaru. "Namun, saat ini baru tersedia 21 Puskesmas di 12 kecamatan, sehingga masih terdapat kekurangan 19 unit Puskesmas," jelasnya. Selain itu, dari total 83 kelurahan di Kota Pekanbaru, hanya tersedia 34 Puskesmas Pembantu (Pustu) sehingga masih kekurangan 49 Pustu. Sementara dari 767 RW, baru terbentuk 665 Posyandu, yang berarti masih terdapat kekurangan 102 Posyandu. Selain pemaparan kebutuhan Posyandu di Pekanbaru, pertemuan ini juga menjadi sesi evaluasi TP Posyandu se-Kecamatan Kota Pekanbaru. Masing-masing kecamatan menyampaikan capaian program kerja, tantangan fasilitas gedung, serta upaya penanganan isu kesehatan lokal seperti pendataan anak zero dose, pemeriksaan ibu hamil, pencegahan stunting, hingga penguatan kapasitas kader. "Kita berharap pertemuan koordinasi ini, dapat memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi seluruh masyarakat Kota Pekanbaru," pungkasnya. Sumber Kominfo
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai melakukan pembongkaran sebagian tembok sekolah yang berada di belakang Pasar Higienis. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung penataan kawasan sekaligus mempersiapkan relokasi pedagang dari sepanjang Jalan Teratai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah, Senin (28/9/2026), mengatakan, pembongkaran tembok sekolah tersebut telah dilakukan. Selanjutnya, bagian depan kawasan Pasar Higienis akan dirapikan. Agar, pedagang yang selama ini berjualan di pinggir Jalan Teratai dapat menempati lokasi di dalam pasar.
"Pembongkaran tembok sekolah yang berada di belakang Pasar Higienis sudah dilakukan. Tinggal nanti kami rapikan tampak depannya agar pedagang pinggir Jalan Teratai bisa masuk ke dalam," jelasnya.
Penataan tersebut memang bersinggungan dengan sebagian lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di belakang pasar. Namun, lahan yang digunakan merupakan bagian bangunan sekolah yang sudah tidak dimanfaatkan.
"Kami ambil sedikit lahan sekolah dasar negeri tersebut. Sekitar tiga atau empat tembok yang dipotong. Itu bekas ruangan sekolah yang tidak terpakai lagi," jelas Edu, sapaan akrabnya.
Sebelumnya, Pemko Pekanbaru menyiapkan relokasi sekitar 450 pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan. Para pedagang tersebut akan dipindahkan ke Pasar Higienis yang lokasinya tidak jauh dari kawasan tersebut.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebelumnya telah bertemu dengan perwakilan pedagang Pasar Kodim pada Senin (24/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Zulhelmi atau yang akrab disapa Ami menyosialisasikan rencana relokasi sekaligus meminta pedagang menempati lokasi yang telah disiapkan Pemko Pekanbaru.
"Ada sekitar 450-an pedagang yang kami lakukan relokasi ke Pasar Higienis ini. Mayoritas pedagang yang hadir dalam sosialisasi bersikap kooperatif dan bersedia melanjutkan aktivitas jual beli di Pasar Higienis," katanya.
Relokasi dilakukan secara bertahap. Para pedagang akan menempati lapak yang telah disediakan di dalam Pasar Higienis.
Pemko Pekanbaru juga melakukan pembenahan terhadap kawasan Jalan Teratai. Pekerjaan pengaspalan ditargetkan selesai dan dilanjutkan dengan pembangunan drainase.
Kapasitas Pasar Higienis dinilai mencukupi untuk menampung seluruh pedagang yang direlokasi dari Jalan Teratai. Selain penyediaan lapak, pemko juga menyiapkan sejumlah renovasi pada bagian pasar agar aktivitas perdagangan lebih nyaman bagi pedagang dan warga.
Pemko Pekanbaru turut mengatur waktu aktivitas perdagangan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pasar. Pedagang akan dibagi dalam dua tahap waktu berjualan.
"Ada yang dari pukul 03.00 sampai 08.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pedagang lainnya sampai sore. Kami akan tata ini semua," tegas Ami.
Sumber Kominfo
Komentar
Posting Komentar